Pesona indah Labuhan batu selatan,


Pantai Marsonja di Desa Sampean, Kecamatan sei Kanan, Labuhanbatu Selatan

 Pantai Marsonja bukanlah hamaparan pasir putih di tepi pantai, melainkan jajaran batu kerikil yang membentang membentuk pantai. Lokasi wisata ini terletak di sungai Marsonja, Desa Sampean, Kecamatan Sei Kanan.  
Sungai Marsonja merupakan aliran sungai Kanan yang muaranya di sungai Barumun.
Selain airnya yang jernih, pantai Marsonja memang memiliki panorama yang cukup indah. Bebatuan alaminya tertata rapi, hutan karet di sekitarnya juga asri, demikian juga udaranya terasa begitu bersih. Mendengarkan suara air mengalir di antara bebatuan jadi salah satu kenikmatan berkunjung ke lokasi wisata ini.
Di samping kiri dan kanannya adalah perbukitan yang masih rindang, membuat sungai ini berhawa sejuk. Di sungainya mengalir air yang jernih, dan terdapat banyak lubuk-lubuk untuk pengunjung mandi dan bermain air. Airnya tidak begitu deras, jadi tidak akan menghanyutkan dan memungkinkan anak-anak kecil pun dengan riang mandi-mandi di sana. Meski tidak deras, air sungai Marsonja tetap mengalir lancar menuju muara.
          Karena memang sudah jadi tempat wisata, warga desa sudah menyediakan jalan untuk mencapai lokasi tersebut. Namunm untuk mencapainya, pengunjung harus tabah melewati jalanan berlubang dan terjal. Dari bagian atas sebelum sampai ke sungai, kelihatan sungai Marsonja membentang seperti ular sedang meliuk dari utara ke selatan. Di samping kanan dan kirinya terdapat sejumlah pondok yang didirikan baik untuk peristirahatan sementara, maupun rumah penduduk setempat.


   
   


 

   Pandayangan Indah terletak lebih kurang 25 kilometer di Barat Daya Labusel. Mengunjungi tempat ini dapat ditempuh selama 54 menit dari Kotapinang menggunakan sepeda motor atau kendaraan lainnya. Sayangnya, kawasan wisata yang terletak di Dusun Pandayangan, Desa Ulu Mahuam, Kec. Silangkitang ini tidak didukung fasilitas infrastruktur memadai, sehingga perjalanan terasa melelahkan.

Meski demikian, objek wisata ini tetap diminati wisatawan domestik. Umumnya, wisatawan domestik yang berkunjung didominasi oleh anak-anak sekolah, remaja, dan keluarga. Mereka datang untuk menikmati keindahan kawasan wisata ini
Letihnya perjalanan menuju objek wisata alam Pandayangan Indah seakan terbayar begitu menginjakkan kaki di tempat ini. Hamparan sungai memanjakan mata untuk menikmati segarnya suasana alam yang terhampar dengan hingarnya suara air terjun yang mengaliri bebatuan. Berkunjung ke Sampuran dapat ditempuh melalui dua jalur. Pertama, masuk melalui Desa Sigambal, Kec. Bilah Hulu, Kab. Labuhanbatu, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Rantauprapat. Jalur lainnya yakni melalui perkebunan Normark. Pelataran parkir cukup luas bagi sepeda motor dan kendaraan roda empat pribadi.
Di lokasi ini, Anda dapat menikmati atraksi wisata mandi. Sambil membuang lelah selama perjalanan, Anda juga dapat menikmati airnya yang jernih. Atraksi ini umumnya digemari oleh kalangan anak-anak.
Selain wisata mandi, pengunjung yang ingin sekadar duduk menikmati keindahan sungai dapat mencoba memancing di sejumlah kolam buatan yang ada di lokasi wisata ini atau pilih melempar kail dari tepi sungai. Sambil duduk di atas batu, Anda bisa mencoba peruntungan mendapatkan ikan atau sekadar bercanda tawa dengan teman atau keluarga. Di sini juga, pengunjung dapat menikmati beragam makanan yang serasa spesial, selain nikmat di lidah dan murah. Namun sayangnya kawasan ini belum mulai berbenah dan ditata lebih rapi. Padahal jika dikelola dengan baik, lokasi wisata ini cukup potensial menjadi objek wisata alam andalan bagi Kabupaten Labusel. “Sangat menyenangkan bisa menikmati nuansa alami sambil mandi-mandi. Air terjunnya sejuk. Bisa bermain air dan foto-foto. Tapi saying lokasinya kurang terawatt jadi kurang menarik,” kata salah seorang pengunjung, Suwarni, 28, warga Kotapinang yang ditemui Waspada di tempat tersebut.
      Salah seorang panitia lokasi wisata, Hasan Yakub mengatakan, lokasi wisata itu sudah mulai dikelola masyarakat sejak tahun 1987. Awalnya objek wisata ini dikenal dengan nama Sampuran. Nama itu merupakan sebutan untuk air terjun. “Di sinikan terdapat air terjun, istilah Batak menyebutnya Sampuran,” katanya.
Dia menyebutkan, lokasi wisata ini selalu dipadati pengunjung pada saat musim liburan khususnya pada perayaan idul fitri, tahun baru, dan 17 Agustus. Namun khusus menjelang Ramadan, lokasi wisata ini dipergunakan sebagai tempat marpangir. “Biasanya kalau Ramadan warga datang bawa kembang dan air pangir dan dimandikan di sini,” katanya.
Untuk menikmati keindahan alam Sampuran yang memiliki luas 8 hektare ini tidaklah mahal, pengunjung hanya dibebankan biaya tiket masuk seharga Rp5000 per orang pada hari biasa dan Rp10 ribu pada hari libur. Dana yang terkumpul dari penjualan tiket tersebut digunakan untuk membayar kebersihan dan pemeliharaan sungai, dan sisanya untuk honor pengelola dan panitia lokasi wisata. “Lokasi wisata ini sebenarnya milik pribadi. Namun pemilik lokasi melibatkan warga untuk bersama mengelolanya,” katanya.
Dijelaskan, keunikan lokasi wisata ini adalah batu menyerupai wujud manusia yang diyakini sebagai patung seorang pertapa di tengah air terjun. Menurut mitos yang diyakini warga setempat, pertapa tersebut menjadi batu karena melanggar titah sang guru saat melakukan pertapaan. “Percaya nggak percaya masyarakat tetap tertarik melihatnya,” katanya.
Disebutkan, pada era 1988 hingga 1990-an di sungai itu masih sering muncul buaya. Namun kini buaya-buaya itu sudah punah. “Kalau sekarang biawak yang banyak di daerah ini. Pemilik areal berkeinginan menjadikan biawak-biawak liar ini menjadi bagian objek wisata.





Memasuki kawasan wahana hiburan yang terletak di Jalan Lintas Sumatera Utara-Riau (Samping kantor PM Cikampak), Kecamatan Torgamba, Labusel ini, Anda akan dikenakan biaya parkir Rp2 ribu untuk roda dua dan Rp4 ribu untuk mobil. Biaya masuknya pun terbilang ekonomis yakni Rp10 ribu per orang. Eits tunggu dulu, untuhttp://wisata-kita01.blogspot.co.id/2013/05/objek-wisata-di-labuhan-batu-selatan.htmlk anak yang berusia di bawah tiga tahun, pihak panitia tidak membebankan biaya masuk alias gratis.
    Dengan tarif yang terbilang murah itu, ‘Waterpark Pesona Cikampak’ dilengkapi dengan aneka fasilitas wahana air, seperti Kidd Pool  untuk anak-anak, beragam seluncuran, kolam dengan disain berliku, serta fasilitas lainya. Anda juga akan dipuaskan dengan pelaynan pihak pengelola yang ramah dan profesional.
Water Park yang dibangun di atas lahan seluas lebih kurang 1,5 hektare ini, saat ini sudah dapat digunakan. Selain dapat menikmati bermain air, pengunjung juga bisa berpetualangan bersama di atas water castle, kolam renang ini memiliki pemandangan yang sangat mempesona.sehingga suasana jadi sangat menyenangkan.
    Permainaan yang disajikan di antaranya, Slide (permainan meluncur bisa 4-5 orang), Bucket (ember di dalamnya berisi air), Ecstatic Tower (meluncur dari ketinggian), Water Castle dan kolam untuk anak yang di desain mengelilingi kolam utama. Selain fasilatas kolam renang, di tempat ini juga disediakan fasilitas pengunjung lainnya seperti keamanan dan pelayanan umum pengunjung.
Kebanyakan berenang tentunya akan membuat perut terasa lapar. Hmmm! Jangan khawatir, di tempat ini juga disajikan beragam makanan dan minuman mulai dari makanan ringan hingga kelas berat seperti nasi goreng, mie goreng dan sebagainya. Sedangkan minuman, di tempat ini juga tersedia beragam minuman ringan kemasan. Selain rasanya enak, harganya pun murah.
Untuk dapat merasakan keindahan dan pesona yang dimilikinya, wahana air ini dibuka setiap hari mulai pukul 9.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Hmmm! nggak sabarkan untuk segera menikmatinya. Makanya, buruan ke ‘Waterpark Pesona Cikampak.

Comments